Andrea Pirlo, siapa yang tidak mengenal sang maestro asal Italia yang satu ini. Gelandang kelahiran Flero, Lombarda, Italia tersebut memang dikenal sebagai satu-satunya pemain yang sukses bersama tiga raksasa Italia. Ya, siapa sangka pria gondrong dan brewokan yang satu ini ternyata pernah bermain bersama Inter Milan, AC Milan dan Juventus, yang ajaibnya tidak memiliki satu pun haters dari masing-masing klub rival.

Selain dikenal sebagai pemain yang sukses bersama tiga klub besar Serie A tanpa memiliki satupun haters, Pirlo identik dengan tendangan bebas mematikannya. Regista yang satu ini memang terkenal sebagai eksekutor paling mematikan yang pernah dimiliki Italia selain Roberto Baggio dan Alessandro Del Piero tentunya. Kini di sisa karir nya, Pirlo bermain untuk klub MLS yaitu New York City FC.

Pirlo sempat menulis sebuah buku autobiografi dirinya yang berjudul “I Think Therefore I Play”. Dan dalam buku tersebut dikupas rahasia tendangan bebas mematikannya. Dalam autobiografi tersebut Pirlo mengaku bahwa tendangan bebasnya tersebut terinspirasi dari teknik seorang maestro free kick asal Brasil, Juninho Pernambucano. Pirlo juga mengaku bahwa dirinya seringkali menonton video Juninho sebagai bahan pembelajaran.

Pirlo, Raja Free Kick Tanpa Haters

Pirlo yang terkenal dengan kemampuan free kick kelas dewa nya
Pirlo yang terkenal dengan kemampuan free kick kelas dewa nya

Andrea Pirlo memulai karir sepakbola profesionalnya bersama Brescia pada tahun 1994. Bertahan selama empat tahun, Pirlo memutuskan untuk gabung dengan Inter Milan pada 1998. Hanya bertahan selama semusim, Pirlo kemudian bergabung dengan Regina sebelum akhirnya kembali ke Brescia pada musim berikutnya. Setelah itu, barulah Pirlo bergabung dengan AC Milan.

Bersama Il Rossoneri tersebut lah Pirlo mulai menorehkan tinta emas di kancah sepakbola profesional. Dibawah bendera AC Milan, Pirlo sukses memenangkan sejumlah gelar juara seperti dua gelar Liga Champions UEFA (2003 dan 2007), dua Piala Super Eropa (2003 dan 2007), dua titel Serie A (2004 dan 2011), satu Piala Dunia Antarklub FIFA (2007), dan Coppa Italia (2003).

Sehabis masa kontraknya bersama AC Milan, Pirlo pun memilih untuk bergabung dengan rival Il Rossoneri yaitu Juventus. Bersama Il Bianconeri, dirinya pun sukses memenangkan sejumlah gelar sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan klub Major League Soccer, Neew York City FC. Selain dengan klub, prestasi Pirlo bersama timnas Italia juga cukup menakjubkan. Terbukti dengan gelar Juara Dunia pada 2006 yang dipersembahkannya.

Belajar Tendangan Bebas Mematikan ala Pirlo

Tendangan bebas Pirlo saat menghadapi sang mantan klub, AC Milan
Tendangan bebas Pirlo saat menghadapi sang mantan klub, AC Milan

Dalam buku autobiografinya, Pirlo berbagi tips soal tendangan bebas mematikan yang dia miliki. Secara pribadi, Pirlo mengaku mempelajari teknik tendangan bebas dari legenda Italia, Roberto Baggio. Namun untuk melancarkan dan kemudian menemukan gaya tendangan bebasnya sendiri, Pirlo menyebutkan bahwa dirinya terinspirasi dari gaya tendangan bebas Juninho Pernambucano.

Gaya tendangan bebas Pirlo cenderung lambat, tidak terlalu mengandalkan power, namun tetap sulit ditebak dan mematikan. Pirlo sendiri mengatakan rahasia tendangan bebasnya tersebut terletak pada tiga jari pada kaki kanannya. Pria yang kerap tampil necis di luar lapangan tersebut menyebutkan bahwa kunci free kick nya yaitu tiga jari kaki menyentuh bola ketika melakukan eksekusi tendangan bebas.

Ketika melakukan tendangan bebas, Pirlo terlihat jarang mengambil jarak ancang-ancang terlalu jauh. Hal ini diakui Pirlo untuk memastikan bola disentuh oleh bagian tiga jari kakinya tersebut. Sedangkan untuk arahnya sendiri, Pirlo mengaku cukup fleksibel. Dirinya tak pernah membatasi untuk selalu mengeksekusi bola secara melambung atau mendatar. Sang pemain mengaku semua tergantung kepada situasi dan kondisi yang terjadi saat di lapangan.